Kami menggunakan cookies demi memberikan layanan terbaik di website Telkomsel Orbit Selengkapnya tentang kebijakan cookies /assets/images/icon-arrow-right-light.svg
8 Cara Mengatasi 502 Bad Gateway di Website, Dan Penyebabnya

8 Cara Mengatasi 502 Bad Gateway di Website, Dan Penyebabnya

Ketika akan mengakses sebuah situs, terkadang terjadi beberapa masalah yang mengganggu, salah satunya adalah 502 bad gateway. Lantas, bagaimana cara untuk mengatasinya

Pengertian 502 Bad Gateway

Masalah ini akan terjadi saat gateway atau proxy tidak menerima respon server yang valid. Dengan demikian, browser akan menjadi error 502. Akibatnya pengunjung situs tidak bisa mengaksesnya.

Selain WordPress, 502 error bisa ditemukan berbagai platform, antara lain seperti Drupal, Shopify, dan lain sebagainya.

Jika situs yang Anda kunjungi mengalami masalah ini, maka website akan mengalami penurunan traffic. Bahkan, peringkat hasil pencarian Google juga ikut menurun.

Kenapa Bisa Terjadi Bad Gateway?

Penyebab 502 Bad Getaway diantaranya adalah log error, plugin atau tema yang harus di update terlebih dahulu, masalah pada CDN atau DNS, cache browser yang perlu dibersihkan, dan lain sebagainya.

8 Cara Mengatasi Bad Gateway

Secara umum, error 502 terjadi karena adanya masalah di server. Namun, ada juga kemungkinan karena masalah dari website itu sendiri. Nah, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi 502 bad gateway:

1. Merefresh Halaman

Berbeda dengan error 404 yang artinya URL atau file yang Anda akses tidak ditemukan pada website tersebut. Saat terjadi error 502, respon server yang sedang bermasalah. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah merefresh halaman situs. Bisa manual atau langsung menekan tombol F5 yang ada di keyboard.

Setelah itu, Anda bisa menunggunya hingga proses selesai. Jika kesalahan ini terjadi karena server overload yang menjadi penyebabnya, maka Anda bisa melakukan pengecekan, akses website dengan browser yang berbeda.

Baca juga: Error 404 Not Found: Penyebab dan Cara Mudah Mengatasinya

 

2. Menghapus Cache Browser

Sehabis reload halaman situs, ternyata Anda malah menemukan error 502, maka menghapus cache browser adalah solusi selanjutnya yang bisa Anda gunakan untuk mengatasinya.

Tips yang satu ini akan membantu Anda untuk memastikan error 502 tidak muncul karena halaman browser yang bermasalah.

Untuk caranya, kunjungi riwayat browser yang Anda gunakan. Setelah itu, pilih riwayat yang ingin dihapus (sebaiknya hapus semua riwayat). Secara otomatis, cache akan terhapus.

3. Gunakan Browser dan Perangkat Lain

Kebanyakan website dapat diakses melalui berbagai perangkat, antara lain laptop, ponsel, PC, maupun tablet.

Jika Anda menggunakan jenis perangkat yang kurang mendukung kelancaran situs, maka kemungkinan 502 bad gateway bisa terjadi. Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan browser atau perangkat lain.

Cara ini bisa kamu lakukan ketika menghapus cache browser tidak berdampak apapun pada error 502. Selain itu, cobalah untuk mengganti browser ke mode incognito.

Mode tersebut bisa Anda jadikan sebagai solusi untuk memastikan masalah apa yang ada di browser.

4. Menunggu Masalah DNS Selesai

Jika Anda mengalami error 502 karena ada kesalahan pada pihak server atau pengelola website itu sendiri, maka kemungkinan penyebabnya adalah isu DNS. Sebagai contoh, domain tidak merespon IP dengan benar.

Apabila Anda melakukan migrasi WordPress ke hosting yang baru, maka Anda harus menunggunya 24 jam terlebih dahulu.

Ini berfungsi untuk memastikan bahwa migrasi sudah berjalan dengan lancar. Namun, ini bergantung pada value TTL dari DNS yang Anda miliki.

Anda bisa melakukah flush pada DNS. Cara yang satu ini hampir mirip dengan menghapus cache di browser.

Selain itu, untuk sementara Anda juga bisa mengalihkan server default DNS Anda ke Google Public DNS.

5. Cek Layanan Hosting Website

Salah satu hal yang menjadikan website Anda mengalami 502 bad gateway adalah karena terdapat masalah pada hosting website.

Ada beberapa masalah yang bisa terjadi, antara lain seperti script, query, dan request yang terlalu memakan banyak waktu. Sehingga berujung pada pembatalan request yang dimatikan oleh server website.

Tidak sedikit penyedia hosting yang menerapkan kill script sebagai alat untuk memberhentikan request website, salah satunya adalah shared hosting. Ini berfungsi untuk tidak membuat pengguna hosting lainnya menjadi terganggu.

Namun, kill script juga memiliki dampak buruk, yakni mempengaruhi kualitas user di website dan membuatnya menjadi menurun.

Oleh sebab itu, Anda harus selalu memastikan bahwa cloud hosting Anda memiliki kualitas yang bagus. Jadi, website bisa siap sedia membantu Anda.

6. Mengatur Plugin Website

Error 502 juga bisa terjadi karena adanya masalah pada plugin. Script dan query website bisa berhenti karena dimatikan oleh server, apalagi jika WordPress ternyata sedang bermasalah.

Nah, permasalah tersebut seringkali terjadi pada plugin dan template website yang Anda unduh.

Untuk memperbaiki masalah tersebut, Anda harus mengecek plugin. Caranya menonaktifkan semua plugin terlebih dahulu, setelah itu akses website kembali. Ini bertujuan untuk memastikan apakah error benar-benar terjadi atau tidak.

Bagaimana cara menonaktifkan plugin? Anda harus login ke dashboard WordPress terlebih dahulu. Setelah itu, pilihlah menu Plugins > Installed Plugins. Lalu, tekan tanda centang untuk semua plugin yang akan dinonaktifkan.

Kemudian, pilih Deactivate yang ada pada bagian menu Dropdown. Terakhir, klik Apply. Jika dashboard WordPress milik Anda ternyata sulit untuk diakses, maka Anda bisa menonaktifkan plugin melalui FTP Client, misalnya seperti FileZilla.

Agar Anda lebih mudah dalam mengenali plugin yang tidak aktif, maka Anda bisa mengubah namanya menjadi folder yang mudah dikenali. Misalnya seperti plugins nonaktif.

Kemudian, Anda bisa mengakses folder plugins tersebut dengan memasuki direktori utama di WordPress. Setelah itu, buka folder yang ada di wp-content.

Setelah error 502 sudah hilang, Anda bisa mengaktifkan kembali semua plugin yang ada di dashboard WordPress Anda. Jangan lupa untuk mengubah nama plugins seperti semula.

7. Menonaktifkan CDN Untuk Sementara Waktu

CDN juga bisa menjadi pemicu terjadinya 502 bad gateway pada sebuah website. Jika Anda memakai CDN dari pihak ketiga, maka salah satu solusi terbaiknya adalah dengan menonaktifkan CDN sementara waktu.

Untuk mematikan CDN, Anda juga bisa login ke website dengan SFTP. Lalu, ubah nama folder plugin menjadi cdn-enable-old. Dengan cara ini, Anda bisa dengan mudah memutuskan koneksi CDN.

Selain itu, error 502 juga bisa disebabkan karena adanya provider penyedia perlindungan DDoS dan proxy. Misalnya seperti Cloudflare, yakni karena ada tambahan firewall di dalam.

Masalah website ini kerap muncul pada pengguna layanan Cloudflare gratis. Namun sangat disayangkan bahwa Cloudflare adalah salah satu layanan proxy yang full. Jadi, untuk mematikannya pun tidak mudah.

8. Menghubungi Customer Support Hosting

Jika 7 cara di atas tidak bekerja dengan maksimal, maka Anda bisa langsung menanyakan masalah Anda ke tim support yang disediakan oleh pihak layanan hosting yang Anda gunakan.

Jelaskan tentang kronologi masalah secara detail dan jujur. Jika perlu, berikan juga penjelasan tentang perubahan yang terjadi pada website Anda. Sehingga, tim support bisa membantu Anda secara maksimal.

Yuk, kelola website agar bisa diakses kembali!

Nah, itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi 502 bad gateway. Jangan lupa untuk menggunakan layanan hosting terbaik dengan dukungan tim support yang bagus. Selamat mencoba, ya!

Dalam mengakses atau bahkan mengurus website, internet yang lancar adalah hal terpenting. Solusi untuk internet rumah yang sering gangguan adalah dengan menggunakan wifi portable Telkomsel Orbit.

Keunggulannya antara lain, tidak memerlukan instalasi kabel, praktis, dapat dibawa kemana-mana, dan memiliki jaringan internet yang cepat dengan jangkauan Telkomsel hingga di pelosok daerah Indonesia.

Telkomsel Orbit

  • 48