Kami menggunakan cookies demi memberikan layanan terbaik di website Telkomsel Orbit Selengkapnya tentang kebijakan cookies /assets/images/icon-arrow-right-light.svg
DSL: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

DSL: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

Perkembangan teknologi yang kian hari semakin pesat, memunculkan banyak inovasi. Salah satunya ialah DSL.

Sebuah teknologi berkecepatan tinggi, yang kemunculannya disambut baik oleh masyarakat khususnya mereka yang memang memahami seluk beluk IT.

Nah, di kesempatan ini kami akan membahas apa yang dimaksud dengan DSL, berikut dengan manfaat atau fungsinya, juga kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian dan Cara Kerja DSL

Sebelum lebih jauh membahas fungsi serta kelebihan juga kekurangannya, mari kita pahami dulu pengertian atau definisinya, berikut cara kerjanya.

Pengertian DSL adalah sebuah inovasi teknologi jaringan internet, yang mampu menghasilkan kecepatan tinggi dalam mentransmisikan data digital lewat kabel jaringan telepon.

Meskipun begitu, DSL tidak akan mengganggu atau memengaruhi saluran telepon. Anda bisa menggunakan saluran yang sama untuk mengakses telepon biasa sekaligus internet.

DSL sendiri merupakan akronim dari Digital Subscriber Line. Di mana kemampuan download-nya berkisar antara 384 Kbps sampai dengan 20 Mbps.

Saat ini, pengaplikasian DSL yang paling populer ialah ADSL atau Asymmetric Digital Subscriber Line. Di mana kecepatan dalam mengunggah dan mengunduh data tidak disinkronkan.

Dengan begitu, kedua proses tersebut memiliki kecepatan yang berbeda. Umumnya, proses pengunduhan jauh lebih cepat dibandingkan pengunggahan.

Hal itu dikarenakan, pada saat mengunggah data Anda tidak memerlukan kecepatan unggahan yang tinggi.

Kecepatan dalam mengunggah serta mengunduh data juga dipengaruhi oleh jarak tempuh data itu sendiri.

ADSL versi terkini, mampu mentransfer data sebesar 24 Mbps pada kabel sepanjang dua kilometer.

Namun, ketika panjang kabel melebihi dua kilometer maka kemampuan untuk mentransfer data pun berkurang.

Hal inilah yang kemudian membuat ADSL memiliki kemampuan download yang besar, karena jarak antara individu dengan sumber layanan, memengaruhi jumlah data yang didapat.

Jarak yang harus ditempuh oleh data melalui kabel tembaga, menjadi penentunya. Makin jauh jaraknya, maka semakin sedikit data yang bisa ditransfer. Jadi, pastikan Anda berada di jarak yang tidak terlalu jauh dari penyedia layanan (ISP).

DSL sendiri bekerja dengan cara membagi frekuensi yang terdapat pada saluran telepon tunggal ke dalam dua pita utama.

Di mana pita dengan frekuensi tinggi dipergunakan untuk mentransfer data ISP. Sementara pita dengan frekuensi rendah, untuk mengirimkan data audio atau suara.

Dengan begitu, Anda dapat mengakses jaringan internet dan saluran telepon di saat yang bersamaan tanpa ada saluran yang terganggu.

Anda dapat menginstall dan mengkonfigurasikannya dengan berbagai perangkat yang digunakan dalam saluran telepon standar Anda.

Supaya bisa mengakses jaringan internet, pihak penyedia layanan (ISP) akan memberikan Anda modem DSL.

Selanjutnya tinggal menghubungkan ke router maupun PC, baik dengan kabel maupun wifi. Pada kit DSL sendiri terdapat filter juga pembagi untuk disambungkan ke telepon rumah.

 

Baca juga: Internet Broadband: Pengertian, Jenis-jenis, dan Keuntungan

 

Fungsi dari DSL

Fungsi atau manfaat DSL yaitu menghubungkan router maupun komputer dengan jaringan telepon sehingga dapat memperoleh layanan internet.

Umumnya instalasi tersebut disebut dengan DSL broadband. Sementara modem DSL, memiliki fungsi atau manfaat untuk mengirim serta menerima data lewat dedicate line.

Dengan fungsi atau manfaat tersebut, Anda bisa memperoleh layanan internet berkecepatan tinggi dibandingkan dengan modem analog.

Alasannya, karena data yang ditransfer diubah ke dalam bentuk data digital. Dengan begitu, jaringan DSL broadband lebih mudah dan cepat untuk mengirimkannya.

Anda bisa memilih jenis DSL sesuai kebutuhan. Ada ADSL yang kecepatan download melebihi kecepatan upload. Ada juga jenis SDSL atau Symetric Digital Subscriber Line yang kemampuan untuk mengunggah dan mengunduhnya memerlukan waktu yang sama.

 

Keunggulan dan Kelemahan DSL

Meskipun teknologi ini amat populer dan dianggap menguntungkan, akan tetapi tetap memiliki keunggulan juga kelemahan. Dengan memahami apa saja yang menjadi kelebihan serta kekurangan dari teknologi ini, akan ada pertimbangan yang matang sebelum memanfaatkannya.

Anda bisa memperoleh keuntungan dari manfaat juga kelebihan yang diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Dari kekurangan atau kelemahannya, Anda bisa mencari alternatif solusi guna meminimalisir risiko dan menutup kekurangan tersebut.

Berikut ini kekurangan juga kelebihan DSL yang akan Anda dapat dalam penggunaannya.

1. Kelebihan/Keunggulan DSL

Teknologi Digital Subscriber Line ini memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya populer bagi pengguna internet. Kelebihan atau keunggulan tersebut antara lain seperti: 

  • Sambungan yang dihasilkan untuk internet, audio, maupun fax lewat jaringan kabel telepon cukup simultan
  • Akses internet berkecepatan tinggi dan selalu online
  • Keamanan data pelanggan terjaga dengan baik
  • Harga jauh lebih terjangkau, terutama jika digunakan di wilayah pemukiman
  • Penggunaan kabel tembaga yang sudah banyak tersedia. Dengan begitu jaringannya mampu menjangkau perumahan maupun perkantoran. Artinya, biaya untuk pembangunan infrastruktur dapat ditekan

2. Kekurangan/Kelemahan DSL

Selain memiliki beberapa keunggulan yang menjadi keuntungan bagi penggunanya, DSL juga memiliki kelemahan atau kekurangan yang patut Anda jadikan pertimbangan. Inilah beberapa kekurangannya.

  • Membutuhkan load coils dan juga bridged taps untuk bisa menjangkau daerah-daerah yang memerlukan instalasi loop tembaga atau peralatan tambahan. Sayangnya, load coils dan bridged taps ini dapat menyebabkan pergeseran frekuensi dan menimbulkan intervensi yang tidak dapat ditolerir.
  • Penggunaan serat optik menjadi salah satu hambatan untuk bisa mengirim sinyal DSL. Hal ini dikarenakan serat optik digunakan untuk transmisi digital seperti SLC atau DLC. Sementara Digital Subscriber Line hanya bisa ditransmisikan lewat kabel tembaga.
  • Memerlukan kabel tembaga yang cukup panjang untuk bisa menjangkau wilayah pelanggan. Sementara panjang pendek kabel tergantung dari jarak CO atau penyedia layanan ke pelanggan. Di mana makin jauh jaraknya, kualitas layanan belum tentu bisa maksimal, apalagi selain panjang juga bercabang-cabang untuk menjangkau seluruh pelanggan.

Dari informasi yang sudah disampaikan di atas, dapat kita buat kesimpulan bahwasanya DSL mampu memenuhi kebutuhan pengguna internet untuk transmisi data berkecepatan tinggi.

Namun, tahap pengadaan serta pemeliharaannya dapat dikatakan cukup sulit. Di mana jarak jangkauan yang terbatas, cukup menjadi kendala dalam mempertahankan kualitas pelayanan.

Belum lagi teknis purna jual yang tidak terlalu bagus bagi pelanggan, juga menjadi salah satu kendala implementasi teknologi yang satu ini.

Meskipun begitu, teknologi yang menawarkan ragam layanan ini tetap membawa banyak keuntungan bagi penggunanya. Baik untuk perorangan maupun instansi atau perkantoran. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai teknologi DSL atau Digital Subscriber Line. Semoga ulasan singkat yang kami berikan ini dapat menjadi tambahan wawasan yang bermanfaat bagi Anda. Dengan harapan, setelah memahami lantas Anda bisa menerapkan inovasi teknologi tersebut dengan lebih maksimal untuk memperoleh manfaatnya.

 

Untuk Anda yang tidak ingin berurusan dengan provider internet ketika terjadi masalah terkait instalasi, kini hadir produk wifi rumah yang protable tanpa perlu instalasi atau pemasangan kabel, yaitu Telkomsel Orbit.

Produk Telkomsel Orbit tersedia dalam beberapa jenis, spesifikasi, dan harga cek produk wifi rumah terbaik disini.

Telkomsel Orbit

  • 62