Setiap hari orang menghabiskan waktu untuk streaming film, chatting, atau bekerja dengan memanfaatkan marketplace atau media sosial. Semua aktivitas tersebut memerlukan akses internet yang stabil. Salah satu teknologi yang cocok untuk kebutuhan internet lebih stabil adalah kabel fiber optik. Orang sering mendengar istilah fiber optik, tetapi tidak paham tentang jenis kabel fiber optik yang bagus.
Nah, kali ini kita akan membahas seputar kabel optik, mulai dari jenis-jenisnya sampai dengan kelebihan dan kekuarangannya masing-masing.
Definisi dan Revolusi Fiber Optik
Apa itu kabel fiber optik? Kabel fiber optik adalah kabel yang tersusun dari fiber atau filament tipis dari kaca atau plastik yang dapat mengirimkan data menggunakan cahaya. Berbeda dengan kabel tembaga tradisional, fiber optik tidak lagi menggunakan arus listrik dan menggantinya dengan optik. Dengan menggunakan cahaya, koneksinya jadi lebih cepat dan stabil.
Dengan semua manfaat yang ada, fiber optik menjadi teknologi yang dianggap sebagai revolusi dalam dunia komunikasi. Kapasitas jangkauan dan kestabilan transfer data yang dibutuhkan dapat dicapai dengan sinyal yang diperoleh dalam bentuk optik.
Selain untuk internet pribadi, jaringan kabel optik juga digunakan untuk backbone jaringan internasional, industri perbankan, CCTV, bahkan sistem komunikasi perusahaan besar. Singkatnya, jika membutuhkan koneksi yang cepat dan stabil, fiber optik adalah jawabannya.
Fungsi utama dari fiber optik antara lain adalah:
- Mengirimkan data dengan kecepatan tinggi.
- Mengatur kestabilan dari sinyal dalam jarak yang jauh.
- Mengurangi gangguan elektromagnetik.
- Meningkatkan kapasitas dari bandwidth secara signifikan.
Cara Kerja Kabel Fiber Optik
Cara kerja fiber optik terbilang keren. Sinyal dikirim menggunakan cahaya di dalam kabel fiber optik. Sinyal cahaya dibangun dari satu ujung serat optik dan terus dipantulkan melalui serat optik ke ujung lainnya. Ini disebut total internal reflection. Maka dari itu, meskipun kabelnya dibengkokkan, cahaya di dalam kabel tidak akan bocor keluar dari kabel.
Di dalam kabel optik terdapat beberapa lapisan, yaitu core dan cladding. Core adalah bagian yang dilewati cahaya, sedangkan cladding adalah bagian yang berfungsi untuk menjaga cahaya agar tetap terpantul. Di luar serat optik juga terdapat beberapa bagian untuk melindungi serat dari kerusakan.
Pada saat pengiriman, sinyal dalam bentuk listrik akan dijadikan cahaya terlebih dahulu menggunakan transmitter. Kemudian, sinyal listrik akan dipulihkan dari cahaya menggunakan receiver. Selama proses tersebut, fiber optik akan mempertahankan kualitas datanya. Oleh karenanya, koneksi menggunakan fiber optik akan tetap stabil dan berkualitas meskipun berjarak sangat jauh.
Klasifikasi Utama Berdasarkan Mode Transmisi
Kategori ini dibedakan dari bagaimana cahaya bergerak di dalam core serat optik.:
Single Mode Fiber (SMF)
Tipe ini menggunakan core yang sangat kecil sehingga cahaya hanya berinteraksi dengan core secara linear. Cocok untuk transmisi dengan jarak yang sangat jauh.
Kelebihan:
- Mampu mentransmisikan data dengan sangat jauh.
- Mampu beroperasi dengan gangguan yang sangat minimal.
- Menyediakan bandwidth yang sangat besar.
Kekurangan:
- Harganya jauh lebih mahal.
- Membutuhkan perangkat dan perakitan yang lebih rumit.
Multi Mode Fiber (MMF)
Jenis ini memiliki core berukuran lebih besar sehingga cahaya dapat berinteraksi dengan core secara non-linear. MMF lebih umum dan cocok untuk jarak yang lebih pendek.
Kelebihan:
- Membutuhkan proses instalasi yang lebih mudah.
- Harganya jauh lebih murah.
- Cocok digunakan untuk jaringan di dalam sebuah gedung.
Kekurangan:
- Tidak bisa digunakan untuk jarak jauh.
- Terdapat kemungkinan terjadinya dispersion mode (pantulan cahaya yang berlebih) pada jaringan ini.
Jenis-Jenis Multi Mode Fiber
Multi Mode Fiber ternyata nggak cuma satu jenis saja. Dalam kategori ini ada beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan diameter inti dan karakteristik transmisi. Setiap jenis memiliki kinerja yang berbeda dalam mentransmisikan cahaya sehingga biasanya disesuaikan dengan kebutuhan jaringan jarak pendek di dalam gedung. Berikut adalah beberapa jenis MMF yang umum digunakan:
- OM1: Inti 62,5 µm, cocok untuk instalasi dalam ruangan lama dengan kecepatan hingga 1 Gbps.
- OM2: Inti 50 µm, mendukung kecepatan lebih tinggi hingga 10 Gbps.
- OM3: Dioptimalkan untuk laser, mendukung 10–40 Gbps untuk jarak menengah.
- OM4: Peningkatan dari OM3, mampu hingga 100 Gbps.
- OM5: Versi terbaru dengan teknologi wideband, cocok untuk kebutuhan jangka panjang dengan kapasitas sangat besar.
Jenis Kabel Berdasarkan Struktur dan Lingkungan Instalasi
Kategori ini berdasarkan penggunaan kabel di lingkungan tertentu:
Indoor Fiber Optic
Yang satu ini adalah kabel yang dirancang untuk digunakan di dalam ruangan. Karakteristiknya fleksibel, dan lebih aman untuk diintegrasikan dengan instalasi bangunan.
Outdoor Fiber Optic
Dipakai untuk pemasangan di luar ruangan, biasanya memiliki perlindungan ekstra terhadap suhu, kelembapan, dan cuaca.
Armoured Fiber Optic
Kabel fiber dengan tambahan lapisan baja untuk melindungi dari gigitan hewan, tekanan tanah, atau benturan.
Dropcore (Drop Cable)
Jenis kabel yang biasanya digunakan untuk pemasangan dari tiang ke rumah pelanggan (last mile). Lebih ramping namun tetap kuat.
Tipe Kabel Fiber Optik
Selain dibedakan berdasarkan mode dan penampilan fisik, fiber optik juga memiliki jenis tertentu yang disesuaikan dengan persyaratan konstruksi dan instalasi:
- Loose Tube Fiber: Inti fiber ditempatkan dalam tabung longgar dengan pelapis gel pelindung; cocok untuk luar ruangan.
- Tight Buffered Fiber: Serat optik dilapisi secara ketat sehingga mudah dipasang dan ideal untuk indoor.
- Ribbon Fiber: Serat-serat disusun berkelompok dalam bentuk pita, efisien untuk kapasitas besar.
- Simplex & Duplex Fiber: Simplex dipakai satu arah, sedangkan duplex untuk dua arah (umum dipakai di perangkat jaringan).
- Breakout Fiber: Setiap serat memiliki selongsong pelindung individu, memudahkan untuk instalasi yang sering disentuh atau dipindahkan.
Kelebihan dan Kekurangan Kabel Fiber Optik
Setiap teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan, demikian juga teknologi fiber optik. Jadi sebelum memutuskan hendak beralih ke fiber optik atau tidak, sebaiknya pertimbangkan hal-hal berikut:
Kelebihan
- Kecepatan transfer data yang sangat tinggi.
- Tidak mudah terganggu oleh elektromagnetik.
- Aman dari penyadapan karena tidak mengalirkan arus listrik.
- Memiliki kapasitas bandwidth jauh lebih besar dibandingkan kabel tembaga.
- Stabil pada jarak jauh.
Kekurangan
- Cenderung lebih mahal dalam hal instalasi dan perangkat.
- Serat kaca sangat rapuh dan dapat patah dengan mudah jika tidak ditangani dengan benar.
- Proses perbaikan perlu alat tertentu dan lebih kompleks.
- Proses perbaikannya lebih rumit dan butuh alat khusus.
Sekarang kamu sudah memiliki gambaran tentang jenis kabel fiber optik, bagaimana cara kerjanya, serta berbagai jenis dan keunggulannya. Meski bentuknya sederhana, teknologi ini punya peran besar dalam memastikan koneksi kita tetap cepat dan stabil, baik untuk kebutuhan rumah maupun kebutuhan jaringan berskala besar.
Mau cari provider yang menawarkan kecepatan internet yang ngebut? Coba Telkomsel Orbit! Browsing di internet makin lancar dengan koneksi super cepat dari Telkomsel Orbit. Internetan tanpa gangguan setiap saat.
Daftar dan langganan paket internet Telkomsel Orbit lewat aplikasi MyTelkomsel sekarang!
- 10
- 48157