Kami menggunakan cookies demi memberikan layanan terbaik di website Telkomsel Orbit Selengkapnya tentang kebijakan cookies /assets/images/icon-arrow-right-light.svg
keamanan server dengan SSH

Tentang SSH: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Contohnya

Secure Shell (SSH) adalah sebuah protokol untuk melakukan transfer dan mengontrol perangkat dari jarak jauh. Pengguna akan menggunakan koneksi internet untuk mengontrolnya secara remote.

Apakah Anda pernah mendengar istilah tersebut? Jika belum, maka simak artikel di bawah ini!

Pengertian SSH

Teknologi yang semakin maju membuat pengguna dapat mengontrol perangkat yang mereka punya, bahkan dari jarak jauh sekalipun. Hal ini karena adanya SSH atau biasa disebut Secure Shell Connection.

Dengan demikian, SSH bisa memungkinkan Anda melakukan pekerjaan secara remote melalui koneksi internet.

SSH adalah protokol yang dapat membuat penggunanya melakukan akses untuk berbagai file dan pengaturan yang tersedia di dalam sebuah server perangkat.

Tahukah Anda tentang Telnet? Pada dasarnya, SSH merupakan salah satu sistem pengembangan dari Telnet. Bahkan sebelumnya sistem ini dianggap kurang aman, hal ini karena tanpa proses enkripsi terlebih dahulu.

Apabila Anda ingin menggunakan SSH, maka Anda bisa memilih opsi untuk melakukan autentikasi remote sebelum jaringan terkoneksi.

Selain itu, SSH akan memberikan informasi tentang input yang dilakukan oleh klien ke server. Setelah itu, hasil akan kembali dikirimkan kepada klien.
Penjelasanya tersebut termasuk ke dalam contoh tampilan koneksi SSH yang berhasil dilakukan oleh penggunanya. 

Sehingga, jika Anda melakukan koneksi SSH terhadap IP server, maka Anda dapat melakukan pengubahan pada konfigurasi server yang Anda pakai.

Untuk mengoperasikan SSH, ada beberapa perangkat sistem yang bisa Anda gunakan. Antara lain seperti Windows, Linux, dan OS X. Jika Anda memilih memakai perangkat Windows, maka gunakanlah aplikasi Putty.

Sementara itu, SSH mampu membantu Anda dalam mengelola server dengan lebih mudah. Tidak perlu datang langsung ke lokasi server, cukup di rumah atau tempat Anda berada.

Bukan hanya server saja, SSH bisa juga Anda manfaatkan untuk mengelola perangkat, baik itu komputer atau laptop. Tentunya perangkat harus memiliki jaringan yang sama, jadi koneksi akan lebih mudah ditemukan.

Fungsi SSH

Selain berfungsi untuk mentransfer data, SSH memiliki fungsi lain yang menguntungkan. Apa sajakah itu? Nah, fungsi SSH adalah sebagai berikut:

1. Dapat Mengelola Hosting

Dengan memakai SSH, hosting akan memiliki kontrol dari jarak jauh. Tentu saja Anda harus memiliki remote control terlebih dahulu untuk mengendalikannya sesuai keinginan Anda.

Oleh sebab itu, SSH dapat membuat Anda memiliki hak penuh terhadap kontrol hosting. Tidak perlu bersusah payah datang ke server fisik, Anda hanya cukup memantaunya dari jarak jauh dengan menggunakan log server.

2. Terhindar dari Cyber Crime

SSH menjadi salah satu teknologi yang menyediakan kriptografi sebagai teknik penguncian internet.

Dengan demikian, SSH dapat memutuskan koneksi secara sepihak. Apalagi jika ada hacker yang berusaha untuk membobol jaringan internet milik Anda.

Oleh sebab itu, Anda akan terbantu dalam menangani berbagai serangan cyber crime. Misalnya seperti manipulasi data, spoofing IP, pelacakan ilegal, DNS, dan kejahatan virtual lainnya.

3. Mengamankan Data Secara Ketat

Sistem autentikasi SSH adalah sistem yang berfungsi untuk mengamankan data pada perangkat yang Anda gunakan. Keamanan akan berjalan dengan ketat dan tidak tersentuh.

Hacker akan kesulitan dalam membobol data milik Anda, jika Anda menggunakan sistem SSH. Hal ini karena SSH memiliki enkripsi data yang tidak dapat disentuh oleh hacker. 

Jadi, hacker tidak bisa meretasnya begitu saja. Tentu saja karena sudah dilengkapi password dan informasi yang hanya dimiliki oleh penggunanya saja.

Baca juga: 5 Penyebab Server Down dan Cara Mengatasinya

Contoh SSH

Untuk mengakses perangkat lunak, Anda juga akan membutuhkan software atau aplikasi yang mampu digunakan untuk server. Salah satunya adalah SSH.

Sistem ini mampu memberikan pelayanan berupa antar muka klien dengan command line.

Contoh software SSH adalah MobaXterm, Putty, mRemoteNG, WinSCP, Terminals, SmarTY, dan software sejenisnya. Secara umum, beberapa software tersebut akan memiliki kegunaan yang hampir sama, yakni mengoperasikan sistem dari jarak jauh.

Sistem SSH ini bisa Anda gunakan pada berbagai sistem operasi perangkat lunak. Mulai dari Linux, Windows, hingga MacOS.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika Anda menggunakan Windows, maka Anda bisa memakai aplikasi Putty untuk membantu operasi server secara remote.

Cara Kerja SSH

Cara kerja dari SSH adalah dengan memakai model client server. Oleh sebab itu, klien SSH harus melakukan koneksi ke SSH server terlebih dahulu.

Setelah itu, SSH klien akan memproses koneksi dengan menggunakan kunci kriptografi. Ini bertujuan agar verifikasi dan identifikasi data pengguna berhasil tersalurkan ke SSH server.

Selama kunci digunakan oleh SSH client dan ternyata tidak sama dengan server milik SSH, maka koneksi tidak akan terhubung.

SSH server akan terhubung dengan SSH client, jika Anda menggunakan kunci yang sama dan sudah melewati berbagai proses verifikasi yang tersedia.

Setelah itu, koneksi akan terhubung karena enkripsi yang memakai hashing algorithm dan symmetric encryption.  Proses ini berfungsi untuk memastikan rahasia data pengguna masih utuh saat diberikan kepada klien.

Kemudian, SSH client dan SSH server akan melakukan negosiasi koneksi, apakah koneksi sudah aman atau belum. Setelah berhasil, pengguna bisa masuk ke dalam server dengan mudah untuk melakukan pertukaran data melalui enkripsi.

Jadi, apa Anda sudah siap menggunakan SSH?

SSH adalah solusi terbaik bagi Anda yang menginginkan koneksi internet yang cepat. Tentu saja dilengkapi dengan berbagai cangkupan yang sudah dijelaskan pada artikel di atas. Yuk, segera gunakan SSH untuk merasakan layanan internet terbaik!

Telkomsel Orbit

  • 0